Istilah dan Keterangan

lace front wigs   , lace front wigs   , human hair extensions   , human hair wigs   , lace wigs   , human hair wigs   , human hair wigs   , lace front wigs   , human hair weave   , hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair wigs   , brazilian hair   , Lace Front Wigs   , human hair extensions   , hair-extensions-don    | brazilian-hair    | brazilian-hair-diamon    | brazilian-hair-on    | human-hair-wigs    | lacewigsbuy-human-hair-wigs    | divatress-wigs-human-hair    | bestwigoutlet-wigs-human-hair    | lace wigs   , human hair wigs   , human hair wigs   , lace front wigs   , human hair weave   , hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair wigs   , brazilian hair   , Lace Front Wigs   , human hair extensions   , lace front wigs    / lace-front-wigs    / lace-front-wigs-1    / lace-front-wigs-human-hair    | aprillacewigs-lace-front-wigs    | omywigs    | hair extensions    | hair extensions    | hair extensions    | lace front wigs   , human hair extensions   , human hair wigs   , lace front wigs    / lace-front-wigs    / lace-front-wigs-1    / lace-front-wigs-2    / Lace Wigs   , Human Hair Wigs   , Human Hair Full Lace Wigs   , african american wigs   , human hair wigs   , human hair wigs   , lace front wigs   , human hair weave   , human hair wigs   , hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair extensions   , human hair wigs   , brazilian hair   , human hair wigs   , Lace Front Wigs   , human-hair-extensions-soho    | clip in extensions hair extentions luxury for princess

PETA NORMAL CURAH HUJAN KALIMANTAN SELATAN

  1. Peta Normal Hujan bulanan wilayah Kalimantan Selatan dibuat berdasarkan data rata-rata hujan tahun 1981 sampai dengan tahun 2010 dari pos-pos pengamatan hujan (± 80 pos ) yang tersebar diseluruh Kalimantan Selatan.
  2. Peta Normal menunjukan gambaran daerah-daerah dengan curah hujan yang tinggi dan daerah-daerah dengan curah Hujan yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan guna keperluan perencanaan kegiatan pembangunan maupun penanggulangan bencana alam seperti banjir dan kekeringan.
  3. Kriteria Curah Hujan Bulanan:
  • 0 - 100 mm/bulan = rendah;
  • 101 - 300 mm/bulan = sedang;
  • 301 - 400 mm/bulan = tinggi;
  • > 400 mm = Sangat Tinggi.
Untuk Lebih jelasnya perhatikan gambar-gambar dibawah :
PNBJ
Peta Normal Bulan Januari
PNBF
Peta Normal Bulan Februari
PNBM
Peta Normal Bulan Maret
PNBA
Peta Normal Bulan April
PNBMei
Peta Normal Bulan Mei
PNBJun
Peta Normal Bulan Juni
PNBJul
Peta Normal Bulan Juli
PNBAgs
Peta Normal Bulan Agustus
PNBS
Peta Normal Bulan September
PNBO
Peta Normal Bulan Oktober
PNBNov
Peta Normal Bulan November
PNBDes
Peta Normal Bulan Desember

PETA NORMAL KADAR AIR TANAH KALIMANTAN SELATAN

  1. Peta Normal Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Kalimantan Selatan dibuat berdasarkan data tingkat ketersediaan air tanah tahun 1981 sampai dengan tahun 2010 dari pos-pos pengamatan hujan yang mempunyai normal curah hujan 1981-2010 (75 pos ) yang tersebar di seluruh Kalimantan Selatan.
  2. Tingkat Ketersediaan Air Tanah di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih dari jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.
  3. Ketersediaan Air Tanah (KAT) bagi tanaman adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang (KL) dan titik layu permanen (TLP).
  4. Kapasitas Lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.
  5. Titik Layu Permanen (TLP) adalah batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.
  6. Peta Normal Tingkat Ketersediaan Tanah menunjukan gambaran daerah-daerah dengan tingkat ketersediaan air tanah yang kurang, sedang dan cukup sehingga dapat dimanfaatkan guna keperluan perencanaan kegiatan pertanian.
  7. Kriteria Curah Hujan Bulanan: Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan : (KAT-TLP/KL-TLP) x 100%, dengan kriteria sebagai berikut :
  • Kurang = jika ketersediaan air tanah < 40%;
  • Sedang = jika ketersediaan air tanah 40% - 60%;
  • Cukup = jika ketersediaan air tanah > 60%.
Berikut adalah peta normal tingkat ketersediaan air tanah Kalimantan Selatan 1981-2010 :

KATN1KATN2KATN3KATN4KATN5

KATN6KATN7KATN8

KATN9KATN10KATN11KATN12

KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN

  1. KRITERIA IKLIM OLDEMAN
  2. BATASAN TIPE IKLIM OLDEMAN
  3. ZONA AGROKLIMAT MENURUT OLDEMAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERTANIAN
  4. TIPE IKLIM OLDEMAN DI KALIMANTAN SELATAN :

I. Kriteria Iklim OLDEMAN

  • BULAN BASAH : Bila rata-rata (30 tahun) curah hujan lebih dari 200mm/bulan.
  • BULAN KERING: Bila rata-rata (30 tahun) curah hujan kurang dari 100mm/bulan.
  • BULAN LEMBAB: Bila rata-rata (30 tahun) curah hujan antara 100mm-200mm/bulan

II. Batasan Tipe Iklim OLDEMAN

Atas dasar kriteria Bulan Basah (CH>200mm/bulan) dan Bulan Kering(CH<100 mm/bulan)
Tabel 1. TIPE UTAMA
NO. TIPE UTAMA PANJANG BULAN BASAH (BULAN)
1. A > 9
2. B 7 - 9
3. C 5 - 6
4. D 3 - 4
5. E < 3
 
Tabel 2. SUB TIPE
NO. SUB TIPE PANJANG BULAN KERING (BULAN)
1. 1 <= 1
2. 2 2 - 3
3. 3 4 - 6
4. 4 > 6

III. Zona AGROKLIMAT Menurut OLDEMAN Dan Hubungannya Dengan Pertanian

Tabel 3. TIPE IKLIM DAN PENJABARANNYA
TIPE IKLIM PENJABARAN
A1, A2 Sesuai untuk Padi terus menerus tetapi produksi kurang karena pada umumnya kerapatan fluks radiasi surya rendah sepanjang tahun.
B1 Sesuai untuk Padi terus menerus dengan perencanaan awal musim tanam yang baik.Produksi tinggi bila panen musim kemarau.
B2 Dapat tanam padi dua kali setahun dengan varitas umur pendek dan musim kering yang pendek cukup utk tanaman palawija
C1 Tanam Padi dapat sekali dan palawija dua kali setahun
C2,C3,C4 Tanam Padi dapat sekali dan palawija dua kali setahun. Tetapi penanaman palawija yang kedua harus hati2 jangan jatuh pada bulan kering
D1 Tanam padi umur pendek satu kali dan biasanya produksi bisa tinggi karena kerapatan fluks radiasi tinggi. Waktu tanam palawija.
D2,D3,D4 Hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantungpada adanya persediaan air irigasi.
E Daerah ini umumnya terlalu kering, mungkin hanya dapat satu kali palawija, itupun tergantung adanya hujan.

IV. Tipe Iklim OLDEMAN di Kalimantan Selatan

OLDEMAN Kalimantan Selatan
Klasifikasi OLDEMAN
Tabel 4. TIPE IKLIM OLDEMAN KALIMANTAN SELATAN
NO KABUPATEN/LOKASI KLAS OLDEMAN RANGKING KEBASAHAN
KAB. TABALONG
1. BANUA LAWAS C2 5
2. HARUAI D2 4
3. KELUA C2 7
4. MUARA HARUS D1 6
5. MUARA UYA C2 5
6. MURUNG PUDAK/ MABURAI C1 4
7. MURUNG PUDAK/ PEMBATAAN C1 4
8. TANJUNG C1 4
9. UPAU D2 7
KAB. BALANGAN
1. BATUMANDI C1 4
2. JUAI C2 5
3. PARINGIN SELATAN C2 5
KAB. HULU SUNGAI UTARA
1. AMUNTAI TENGAH C2 5
2. AMUNTAI UTARA C2 5
3. BABIRIK D3 8
4. BANJANG C3 6
5. SEI PANDAN C2 5
KAB. HULU SUNGAI TENGAH
1. BARABAI C1 4
2. BATANG ALAI SELATAN C2 5
3. BATANG ALAI UTARA C2 5
4. BATU BENAWA C2 5
5. HANTAKAN B2 3
6. LABUAN AMAS UTARA C3 6
7. PANDAWAN D2 7
8. SMPK PANTAI HAMBAWANG C2 5
KAB. HULU SUNGAI SELATAN
1. ANGKINANG C2 5
2. DAHA SELATAN C2 5
3. KALUMPANG C2 5
4. KANDANGAN C2 5
5. PADANG BATUNG C1 4
6. SIMPUR C2 5
7. SMPK SUNGAI RAYA B2 3
8. TELAGA LANGSAT C2 5
Kab. TAPIN
1. BAKARANGAN C2 5
2. BINUANG C2 5
3. BUNGUR C3 6
4. CANDI LARAS SELATAN C3 6
6. RANTAU BADAUH C3 6
7. TABUNGANEN C2 5
8. TAMBAN C3 6
9. WANARAYA C2 5
KAB. TANAH LAUT
1. JORONG B1 2
2. KINTAP D1 6
3. KURAU C2 5
4. PANYIPATAN B1 2
5. SMPK PELAIHARI C2 5
6. TAKISUNG C1 4
7. TAMBANG ULANG C2 5
KAB. KOTABARU
1. KELUMPANG HILIR C1 4
2. KELUMPANG HULU B1 2
3. KELUMPANG SELATAN C1 4
4. PULAU LAUT TIMUR C1 4
5. PULAU LAUT UTARA B1 2
6. STAMET STAGEN B1 2
KAB. TANAH BUMBU
1. ANGSANA C1 4
2. KARANG BINTANG A1 1
3. KUSAN HILIR D1 6
4. KUSAN HULU B1 2
5. SEI LOBAN C1 4

KLASIFIKASI IKLIM SCHMIDT FERGUSON

  1. KRITERIA IKLIM SCHMIDT FERGUSON
  2. BATASAN TIPE IKLIM SCHMIDT FERGUSON
  3. TIPE IKLIM SCHMIDT FERGUSON DI KALIMANTAN SELATAN

1. KRITERIA IKLIM SCHMIDT FERGUSON

  • BULAN BASAH : Bila curah hujan di atas 100mm/bulan
  • BULAN KERING : Bila curah hujan di bawah 60mm/bulan
  • BULAN LEMBAB : Bila curah hujan 60-100mm/bulan
Bulan basah dan Bulan Kering dihitung tahun demi tahun selama periode pengamatan dengan data minimal 10 tahun.

2. BATASAN TIPE IKLIM SCHMIDT FERGUSON

Berdasarkan nilai Q (perbandingan jumlah rata-rata bulan kering dan jumlah rata-rata bulan kering) yaitu :

tprp Tipe iklim dapat ditentukan berdasarkan nilai Q yaitu :

trikaq

3. TIPE IKLIM SCHMIDT FERGUSON DI KALIMANTAN SELATAN

KISF
Klasifikasi Iklim Schmidt Ferguson
NO KABUPATEN/LOKASI TIPE IKLIM NILAI Q
KAB. TABALONG
1. HARUAI B 0.195
2. KELUA B 0.275
3. MUARA UYA B 0.252
4. MURUNG PUDAK/ MABURAI B 0.157
5. MURUNG PUDAK/ PEMBATAAN A 0.122
6. TANJUNG B 0.145
KAB. BALANGAN
7. BATUMANDI B 0.155
8. JUAI B 0.315
9. PARINGIN SELATAN B 0.280
KAB. HULU SUNGAI UTARA
10. AMUNTAI TENGAH C 0.340
11. BABIRIK C 0.509
12. SEI PANDAN B 0.232
KAB. HULU SUNGAI UTARA
13. BARABAI B 0.176
14. BATANG ALAI SELATAN B 0.250
15. LABUAN AMAS UTARA B 0.248
16. SMPK PANTAI HAMBAWANG B 0.183
KAB. HULU SUNGAI SELATAN
17. ANGKINANG B 0.232
18. DAHA SELATAN B 0.185
19. KANDANGAN B 0.182
20. PADANG BATUNG B 0.201
21. SIMPUR B 0.249
22. SMPK SUNGAI RAYA B 0.174
23. TELAGA LANGSAT B 0.195
Kab. TAPIN
24. BINUANG B 0.254
25. CANDI LARAS SELATAN B 0.245
26. LOK PAIKAT B 0.199
27. TAPIN SELATAN B 0.277
28. TAPIN TENGAH C 0.379
29. TAPIN UTARA B 0.163
KOTA BANJARMASIN
30. BANJARMASIN UTARA B 0.238
KOTA BANJARBARU
31. CEMPAKA B 0.187
32. STAKLIM BANJARBARU B 0.202
33. STAMET SYAMSUDIN NOOR B 0.180
KAB. BANJAR
34. BERUNTUNG BARU C 0.412
35. DANAU SALAK/ ATANIK B 0.212
36. DANAU SALAK/ ATAYO B 0.251
37. DANAU SALAK/ GN. SARI B 0.279
38. DANAU SALAK/ LAWA B 0.293
39. DANAU SALAK/ LAWA BARU B 0.233
40. DANAU SALAK/ MUNGGU B 0.307
41. DANAU SALAK/ SALAM B 0.300
42. DANAU SALAK/ UMBUL C 0.367
43. DAS-ARANIO B 0.311
44. DAS-RANTAU BALAI C 0.340
45. DAS-RANTAU BUJUR C 0.383
46. DAS-TIWINGAN LAMA B 0.313
47. DAS-BUNGLAI B 0.310
48. DAS-BELANGIAN B 0.324
49. DAS-PULIIN B 0.280
50. DAS-KALAAN B 0.242
51. GAMBUT B 0.274
52. KERTAK HANYAR B 0.242
53. KARANG INTAN B 0.249
54. MARTAPURA B 0.320
55. MATARAMAN B 0.211
56. PENGARON A 0.129
57. SIMPANG EMPAT B 0.204
58. SMPK SEI TABUK B 0.296
59. SUNGAI PINANG B 0.248
KAB. BARITO KUALA
60. ANJIR MUARA B 0.178
61. ANJIR PASAR B 0.257
62. BARAMBAI B 0.271
63. MANDASTANA B 0.266
64. MARABAHAN B 0.277
65. RANTAU BADAUH B 0.267
66. TABUNGANEN C 0.465
67. TAMBAN B 0.309
68. WANARAYA B 0.210
KAB. TANAH LAUT
69. JORONG B 0.232
70. KINTAP B 0.163
71. KURAU B 0.282
72. PANYIPATAN B 0.216
73. SMPK PELAIHARI B 0.248
74. TAKISUNG B 0.239
75. TAMBANG ULANG B 0.218
KAB. KOTABARU
76. PULAU LAUT TIMUR B 0.159
77. PULAU LAUT UTARA A 0.120
78. KELUMPANG SELATAN A 0.136
79. STAMET STAGEN B 0.455
KAB. TANAH BUMBU
80. ANGSANA A 0.122
81. KARANG BINTANG A 0.077
82. KUSAN HILIR B 0.237
83. KUSAN HULU B 0.159
84. SEI LOBAN B 0.185

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Human Check *